Ayam Goreng Yogya Ibu Hj. Rodjali
Makasar
“Mantra guys, mantap rasa no play play.”
213 tempat Masakan Indonesia di Jabodetabek yang direview 6 kreator kuliner (Anak Kuliner, Mamank Kuliner, Rumah Canda Melki, dan 3 lainnya). Harga mulai Rp3rb per orang.
Makasar
“Mantra guys, mantap rasa no play play.”
Sudimara Timur, Ciledug
“Mantap nih, ini salah satu ayam goreng bawang yang enak banget.”
Melawai (Blok M), Kebayoran Baru
“Koyornya best banget, kenyal pedas, satu porsi gini pas lah buat satu orang.”
Karet Semanggi, Setiabudi
“Masakan-masakan yang gua coba ini sih enak banget sih, dari cuminya, ini cuminya luar biasa.”
Sukaasih, Tangerang
“Mantra no play play guys, worth it.”
Pagedangan
“Daging lembut, bumbu manis gurih, pedas level tiga ternyata masih bisa gua handle tapi rasanya menurut gua belum sampai yang bikin gua kayak wah anjir enak banget gitu loh”
Rempoa, Ciputat Timur
“Ini harganya terjangkau banget, mulai dari Rp20 ribuan aja, tapi kualitasnya bagus punya.”
Pamulang Barat, Pamulang
“Beneran sih nasi bebek Pak Kholil ini mantap terasa dan no play-play, nggak main-main”
Bintaro, Pesanggrahan
“Mantap berasa, guys.”
Menteng Dalam, Tebet
“Ini gua makan ini enjoy banget meskipun lidah gua dikritik sama pedesnya tapi gua tetep enjoy karena enak.”
Pekayonjaya, Bekasi Selatan
“Salah satu makanan paling enak di Bekasi menurut gua ini.”
Depok, Pancoran Mas
“Rahang tuna pemuda masakannya enak banget, mantap terasa dan no play play nggak main-main.”
Tebet Timur, Tebet
“tapi sambal bawang masih the best menurut gua”
Kademangan, Setu
“Seblak Te Mala mantra mantap terasa”
Pondok Cina, Beji
“Gua suka banget rasa bumbunya guys kalau lu perhatiin di sini, karena dia emang kulitnya garing banget dan nggak bikin langit-langit gua luka-luka gitu ya.”
Medang, Pagedangan
“Gue berani jamin taste-nya itu original banget, otentik banget di Jogja.”
Menteng
“mie keriting luwes di sudirman ini mantap terasa dan no play play”
Melawai (Blok M), Kebayoran Baru
“Ini tuh sedep banget, berempah, wangi, kayak ala-ala makan nasi kebuli jadinya ya kan.”